Follow This Blog revealed!
Welcome to my blog!Suka blog ini? yuk langsung follow, caranya dengan meng-klik bulatan keempat yang ada disamping...:-). enjoy!


profile



affies



archive



follow


link
" Sometimes the heart sees what is invisible to the eyes. "

[Chapter 1] CHeO.N High School
Sunday | 2 comments
Eits..sebelum baca ini, baca dulu prolognya disini

[Chapter 1]



Setahun Kemudian ...
CHeO.N High School
Seoul, Korea Selatan

Sebuah sedan mewah berhenti dipelataran parkir sebuah bangunan kuno nan megah. Dari dalamnya keluar seorang cewek berambut pendek,agak bergelombang. Udara pagi itu terasa dingin mengigit. Cewek yang bernama Park Hae Na itu menggigil. Ia menarik sweater yang dikenakannya rapat-rapat ke tubuhnya. Namun tetap tak bisa mengurangi hawa dingin yang menyerbu pagi itu. Untunglah samchon-nya mengantarnya dengan mobil di hari pertamanya ini.

"Jadi, inikah sekolahku yang baru paman?"tanyanya pada pria yang menyusul keluar dari dalam sedan tadi.Pria itu memakai setelan rapi. Pria yang berusia akhir 30-an dan tampan itu berdiri di sampingnya ,seraya menepuk pelan bahu keponakan kesayangannya itu.

Ye.. Hana..inilah sekolah barumu itu. CHeO.N High School yang terkenal itu" jawab sang paman yang bernama Kim Jung Jin.

Park Hae Na yg biasa dipanggil Hana hanya mengangguk. Matanya menatap bangunan yang menurutnya agak “berbeda” dibandingkan bangunan sekolah pada umumnya. Bangunan sekolah CHeO National High School yang biasa disingkat CHeO.N High School ini meskipun kelihatan megah dan mewah, malah memberikan nuansa misteri. Entah karena dulunya bangunan ini merupakan bangunan abad lampau yang diperbagus.Ia tak begitu mengerti. Namun entah kenapa ia merasa agak cemas. 

“Jangan khawatir Hana. Meskipun bangunannya masih agak kuno. Di dalamnya fasilitasnya sangat lengkap. Dan sekolah ini merupakan sekolah paling berkualitas dan diminati di Korea. Guru-gurunya juga kenal baik dengan paman ” jelas Paman Jung Jin seakan menebak pikiran Hana. 

“hmm..begitu ya. ” 

Tiba-tiba ponsel paman Jung Jin berdering. Bergegas paman mengangkat. Setelah beberapa saat terlibat pembicaraan dengan seseorang di ponsel, dia berkata pada Hana. 

“Hana, paman mendadak ada urusan penting di kantor kepolisian pusat, kau langsung masuk saja ke kelasmu. Bisakan mencarinya sendiri?” 

“Tentu saja paman. Memangnya aku anak kecil”Hana tertawa kecil.

“Ya sudah.Baik-baiklah selama disini. Tiap akhir minggu Paman pasti akan menengokmu” 

Hana mengangguk. Paman Jung Jin memeluknya dengan sayang dan bergegas masuk ke sedan mewah yang mengantar mereka tadi. 

Hana melambai pada pamannya hingga mobil itu menghilang dari pandangan.Hana berbalik. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti. Hana merasa ragu. Ia menatap lagi bangunan yang meski kuno namun memiliki arsitektur berkelas dengan warna elegan yang juga memadukan gaya klasik dan barat itu. Bangunan ini sepintas mirip Gedung Universitas, namun bila dicermati lebih jauh, ini adalah sebuah sekolah menengah atas. Ya, bangunan yang merupakan sekolah ini katanya paling favorit bagi siswa elit atau anak-anak kalangan chaebol di Korea.Dan menurutnya bukan untuknya.. 

Hana menghela napas. Ia mencoba untuk tenang dan berusaha tak kelihatan “kampungan” ,meski toh kenyataannya ia memang berasal dari Cheonsan. Tepatnya di sebuah desa kecil di tepi kota Seoul. 

Baru beberapa langkah berjalan dari tempat parkir,ia melihat rupanya murid-murid sudah banyak berdatangan. Pakaian mereka memang sama dengan dirinya. Namun yang membedakan adalah aksesoris yang dikenakan para murid siswinya. Hana melihat ada yang memakai gelang berhias emas, dan yang lebih heboh ada juga yang memakai anting berpermata berlian!!Hana geleng-geleng kepala. Ya ampun..ini sekolah atau ajang pamer sih. 

Entah karena penampilannya yang biasa saja atau karena ia tadi bengong melihat bangunan sekolah barunya, beberapa siswi saling berbisik.Entahlah...Ia tak tahu. 

Tak mau dipusingkan oleh mereka, Hana memantapkan tekad. Sambil melanjutkan langkahnya pikiran Hana melayang pada kebaikan pamannya. 

Paman Kim Jung Jin, yang merupakan adik almarhum appa nya nasibnya beruntung. Ia cukup sukses di Seoul. Paman menjabat sebagai inspektur kepolisian Seoul sekaligus pengusaha. Dan karena kebaikan hatinya pula, ia bisa sekolah di sini. Ia menawarkan Hana pindah dan sekolah di Seoul karena kakak iparnya yaitu omma-nya sudah tak mampu lagi membiayai sekolahnya. Sedangkan ayah Hana yg berprofesi sebagai polisi di Cheonsan sudah lama meninggal. Namun kematiannya masih menyisakan misteri.

Awalnya Hana menolak meninggalkan ibunya sendiri di sana. Namun akhirnya luluh saat ibunya dengan berlinang air mata memintanya untuk tak putus sekolah. Dan jadilah ia disini sekarang.Ibukota Korea Selatan…

PLUK. Sekelopak bunga jatuh di tanah didepannya. Hana memungut bunga itu dan menimangnya ditangan.

Apa ini bunga sakura?tapi sepertinya agak berbeda. lebih cantik...darimana asalnya..

Belum sempat ia berpikir lebih jauh,sebuah teriakan keras membuyarkan lamunannya.

"Hei, Aw..assss"

Hana tersentak. Karena ia jalan sambil melamun, tanpa sengaja ia menabrak seseorang.

Ia dan orang itu jatuh bersama dengan tumpukan kertas. Hana kaget. Buru-buru ia ,minta maaf pada orang yg ditabraknya.

"mian..maaf..karena tadi aku melamun jadi nabrak deh.."katanya sambil membantu cowok itu bangun.

"ah..tak apa-apa" ujar si cowok sambil bangun. Pandangan mata mereka bertemu.

Hana terkesima dengan cowok di hadapannya. Cowok itu sangat tampan. Belum pernah ia bermimpi bertemu dengan cowok setampan itu.

"hallooo..kau sendiri nggak apa-apa?"tanya si cowok,tersenyum melihat Hana yang  bengong   menatapnya. Hana tersadar dan jadi salah tingkah karena tertangkap basah menatap cowok itu.

"eng..ya..aku nggak apa-apa. Maaf..maaf..sekali lagi" Hana membungkukkan badannya berkali-kali lalu ikut memunguti kertas-kertas yang bertebaran lalu menyerahkannya. Si cowok menerima dengan senyum geli masih menghiasi wajahya.

"hahaha..kamu itu lucu banget. nggak apa-apa kok gak usah minta maaf seperti itu.Aku juga salah karena jalan tak hati-hati. Oya kenalkan namaku Yoon Dong Goo, ketua OSIS di sekolah ini. Kau ?"

"aku Park Hae Na. Tapi cukup panggil Hana saja.Aku murid baru di sekolah ini"

Mereka saling berjabat.

"Oh..jadi kamu murid baru yg dibilang wali kelas kemarin. Kalau begitu mau kubantu mencari kelas? Kebetulan kita sekelas"tawar Dong Goo.

"oya..boleh. gomawoyo, Dong Goo" Hana senang-senang aja. Mendapat teman baru plus bantuan.

"Kalau begitu, kita ke ruang OSIS dulu, oke. Aku ingin menaruh berkas-berkas ini"katanya mengacungkan kertas yg tadi berserakan.

"oke" Hana setuju.Mereka lalu berjalan beriringan.

DENG!
entah kenapa tiba-tiba Hana merasa seperti sedang diamati. Ia menoleh ke belakang, namun tak ada orang yg kelihatannya sedang memperhatikannya. Apa cuma perasaanku saja ?

"kenapa?"tanya Dong Goo heran, karena Hana tiba-tiba menghentikan langkah dan menoleh ke belakang.

"ah tak apa-apa" Pasti tadi cuma perasaanku saja,hmm..mungkin aku agak tegang memasuki sekolah ini,batin Hana. ugh..Park Hae Na semangat dong!! Hana menyemangati dirinya sendiri.Mereka berjalan lagi.

Rupanya perasaan Hana tak salah, dari jauh memang ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.

---@@@---

Sepanjang perjalanan menuju ruang OSIS,Hana sempat terheran-heran oleh ulah murid-murid cewek yang memperhatikan mere...umm bukan..lebih tepatnya Dong Goo dengan tatapan kagum, terpesona maupun saling berteriak kegirangan memperebutkannya. Layaknya fans yang ngefans berat ama pujaan hatinya. Memang sih..Dong Goo tampan..

"Kyaa..itu prince no.2 lewat"
"eh..tetap cakep ya. makin suka deh "
"enak aja, Dong Goo oppa milikku..jgn merebutnya"
"kalian semua ngawur,dia itu calon pacarku tau...."
"eh..bareng siapa tuh? beruntung banget cewek itu...?"

Pertanyaan terakhir itu tak terjawab di antara mereka. Mereka sekarang gantian memandang Hana dengan pandangan ingin tahu. Dong Goo yang jadi pusat perhatian cuma tersenyum sekilas pada mereka dan mengajak Hana bergegas. 

Tiba di ruang OSIS, Hana melihat ruangan itu gak keliatan kuno seperti bayangannya. Ternyata benar kata pamannya. Bagian luar dan dalam memang beda.

Di dalam ruangan, ada seorang cewek tampak sedang sibuk menulis sesuatu di atas kertas. Lagi-lagi Hana terkesima. Cewek itu cantik sekali layaknya artis.Si cewek tampaknya tak menyadari kedatangan mereka.

Baru setelah Dong Goo meletakkan kertas yang dibawanya di samping cewek itu dengan suara keras,cewek itu menengadah dengan kaget.

Dong Goo nyengir. Senang, karena keisengannya barusan membuat cewek itu mengalihkan perhatiannya dari kesibukannya tadi.

"Dong Goo, apa yang kau lakukan?! Bikin orang kaget saja" si cewek marah-marah.

Dong Goo masih nyengir "makanya kalo kerja jangan terlalu serius. ntar stress loh" balasnya.

Si cewek hendak melempar sumpah serapah, namun tak jadi karena melihat ada seseorang di belakang Dong Goo.

"Eh, siapa tuh di belakangmu?"

"O..ini Hana,murid baru di sekolah kita. Aku tadi bertemu dengannya di depan"

Hana tersenyum. Lalu membungkukkan badan dan memperkenalkan diri "Annyeong haseyo, namaku Park Hae Na. Tapi panggil Hana aja"

Si cewek ikut bangun dan membungkukkan badan "Annyeong..Hana. Selamat datang di sekolah ini.Aku Im Soo Yeon. Sekretaris OSIS" ia balas tersenyum lebar.

Hana dan Soo Yeon langsung saja terlibat percakapan akrab. Dong Goo agak sebal juga dicuekin. Baru saja hendak memprotes,seorang murid cowok datang menyampaikan pesan "Dong Goo,kau dicari wali kelas"

"mwo?..Ada apa wali kelas mencariku?"

Si murid pembawa pesan mengangkat bahu "entahlah, cepat..sebentar lagi masuk loh" ia lalu pergi.

"yah..apa boleh buat, Soo Yeon..gantikan aku mengantar Hana ke kelas kita. Tadi aku berjanji padanya" pintanya pada Soo Yeon dengan mimik muka dibuat ala kucing shrek.

"oke..oke..pergi cepat sana" gerutu Soo Yeon, sebal karena keasyikan ngobrolnya terganggu. Hana tertawa geli melihatnya.

Setelah Dong Goo pergi, Soo Yeon mengambil tasnya, mereka lalu pergi setelah Soo Yeon mengunci ruang OSIS terlebih dahulu.

"yuk ke kelas,lewat sini"ajaknya. Sambil jalan , mereka melanjutkan mengobrol.

"hmm,jadi kau masuk sekolah ini karena pamanmu..memang yg bisa masuk ke sekolah ini hanya orang-orang kaya..namun ada pengecualian juga kalo orang itu cerdas"ujar Soo Yeon.

Hana terdiam sejenak. Sebenarnya ia tergolong cerdas di sekolah lamanya. Namun, ia tak berkata apa-apa. Ia tipe orang yang tidak suka membanggakan diri sendiri.

"aku juga sama sepertimu, karena keluargaku kaya..masuk ke sini adalah perkara mudah"sambung Soo Yeon tanpa bermaksud sombong.

Tak terasa mereka sudah sampai kelas. Kelas itu ternyata berada di lantai 2 gedung CHeO NHS. Jarak antara tiap kelas sama dengan sekolah pada umumnya. Hana masuk di kelas 3 A. Yup saat ini ia memang naik ke kelas 3. Begitu sampai di kelas, segera saja kejadian saat Hana bersama Dong Goo terulang. Namun kali ini Soo Yeon-lah bintangnya.

Murid-murid cowok memperlakukannya bak putri.

"Waaw itu princess Soo Yeon sudah datang.."
"Princess duduk disebelahku aja yuk..."ajak murid cowok yg rambutnya agak berantakan.
Murid cowok yg lain gak mau kalah "enak aja...jangan mau sama dia, Soo Yeon di sebelahku lebih enak.."

Beberapa murid cewek memandang dengan muka tak suka. Di tengah keributan itu, Soo Yeon terlihat tenang saja, seolah hal itu sudah biasa baginya.Ia berdehem pelan.

"Ehm..tenang semua. Apa kalian engga melihat aku datang bersama murid baru. Liat tuh dia kebingungan"ujarnya.

Murid-murid cowok itu berhenti memperebutkan Soo Yeon dan beralih menatap Hana.

Hana risih juga diliatin seperti itu. Untunglah bel berbunyi dan seorang Guru masuk ke kelas diikuti Dong Goo. Soo Yeon berkata pada wali kelasnya yang baru datang " Sosengnim,ini murid baru itu"

Lalu dengan cuek memilih duduk disebelah seorang cewek yg memakai anting berlian yg tadi diliat Hana. Mengabaikan lirikan cowok-cowok yg terlihat kecewa.

Dong Goo sempat tersenyum sekilas pada Hana sebelum duduk dibangku di barisan sebelah kanan. Setelah semua murid duduk di bangkunya masing-masing, Sosengnim yg bernama Mr.Lee berdehem pelan dan berkata pada muridnya.

"Anak-anak perkenalkan ini Park Hae Na, dia ini siswa baru di sekolah kita. Bapak harap kalian bisa berteman baik dengannya..”ujar Mr.Lee. Selanjutnya ia mempersilakan Hana memperkenalkan dirinya sendiri, sekolahnya yang dulu dan lain sebagainya. Setelah di rasakan cukup, Mr. Lee mempersilakan Hana duduk di bangku yang masih kosong di deretan belakang.

Hana narik napas lega karena kelihatannya teman sekelasnya bisa menerima nya dengan baik. Dilihat dari wajah-wajah mereka yang kelihatannya bersahabat. Cepat-cepat ia menuju bangkunya..dan mendapati teman sebangkunya, seorang cowok yang 2 kali lipat lebih tampan dari Dong Goo tengah memperhatikannya tanpa ekspresi. Itupun cuma sekilas, karena cowok itu lalu dengan cuek-nya kembali memusatkan pada pelajaran yang diberikan Mr.Lee.

Sambil duduk, Hana harus mengakui kali ini ia 2 kali lipat lebih terpesona daripada pertama melihat Dong Goo tadi, dan nyaris pingsan tak percaya dengan penglihatannya tapi rasa penasarannya mengalahkan hal itu. Ternyata dugaannya salah..tak semuanya kelihatan bersahabat. Dan cowok ini salah satunya!

---@@@---
bersambung....


Note : 
Mianhae buat yang udah nunggu-nunggu..dan selamat menikmati lanjutan ff-ku yang rada gaje.. :D
Komentar dari kalian sangat ditunggu..hhehe, dan satu hal lagi : khusus untuk sinopsis dan ff di blog ini,DILARANG KERAS dicopy. Araseooo..

Labels: ,


« Newer
Older »